PENGEMBANGAN MASYARAKAT DESA TERINTEGRASI (Tindak lanjuti kerja sama, MoA, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry dengan Pemkab Aceh Jaya).


Rektor Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama  kembali menindak lanjuti kerja sama dengan Pemkab Aceh Jaya. Pada saat tersebut pertemuan antara Sekda Aceh Jaya dengan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama di Aula Kantor Bupati Aceh Jaya.  Pada kesempatan tersebut, Ada beberapa kerja sama yang ditindak lanjuti ke depan di antaranya dalam waktu dekat ini pengiriman mahasiswa untuk Kuliah Pengabdian Mmasyarakat ( KPM ) sekitar dua ribuan mahasiswa/I  Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh akan ditempatkan di kawasan Aceh Jaya selama satu bulan setengah. Disamping itu, ke depan ada beberapa kerja sama yang di laksanakan yaitu dengan Baitul Mal Aceh Jaya, membantu Dinas Pendidikan Aceh Jaya dalam program satu mutu untuk sekolah di Aceh Jaya, Riset mahasiswa dalam berbagai bidang keilmuan lain seperti Hak Kekayaan Intelektual bagi guru, pengelolaan Laboratorium, dan desai tata ruang lokasi sekolah dan juga Dayah yang ada di Aceh Jaya. Kerja sama antara UIN Ar-Raniry juga dengan Dinas Kebersihan dan lingkungan hidup Aceh Jaya tentang Pengelolaan sampai dan lain-lain. Tindak lanjut kerja sama UIN Ar-Raniry dengan Dinas Dayah, Dinas Syariah Islam tentang rekolasi dan pemanfaatan lokasi wisata sebagai perkempungan Syariat. Hal ini ditindaj lanjut antara UIN Ar-Raniry dengan Dinas Syariah Islam Aceh Jaya. Selanjutnya juga akan ditindak lanjut dengan Dinas Pertanian dan Dinas Dispora dan Wisata Aceh Jaya. Dengan Dinas Pertanian akan dilihat beberapa lokasi atau lahan yang tidak produktif akan dikelola menjadi lahan produktif. Ini melibatklan Kopreasi Al Jamiah UIN Ar-Raniry. Demikian juga dengan Dinas Dispora dan Wisata akan dikembangkan beberapa lahan yang selama ini tidak produktif akan dijadikan lahan produktif, baik seabai lahan pengembangan berbagai komuditi unggulan maupun tenpat wisata yang dikemas dengan model  yang berorientasi pada pengembangan kawasan wisata halal atau sering disebut dengan Halal Tourisme . selain itu, Koperasi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry dengan Dinas pariwisata Kabupaten dan gampong yang ada di Kabupaten Aceh Jaya, serta pengembangan ekonomi masyarakat berbasis syariah. Sebelumnya juga telah terlaksana MoA antara Universitas Islam Negeri Ar-Raniry dengan Pemkab Aceh Jaya yaitu pendirian bank BPR Syariah yang langsung bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Ar-Raniry ungkap Dr.Saifullah, M.Ag yang membidangi bidang Kemahasiswaan, aAlumni  dan Kerja sama Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Dalam pertemuan tersebut turut hadir dari pihak Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, di antaranya adalah Wakil Rektor III yaitu Dr. Saifullah. M.Ag ; Wakil Dekan III Fakultas Syariah dan Hukum Saifuddin Sa'dan M.Ag; serta Kasubbag kerja sama, Drs. Fakhri Umar, MA serta turut hadir juga anggota pengawas Koperasi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Kharul Halim, M,Ag dan Staf Ahli khusus luar negeri , Lazuardi, MA, Wakil Rektor III Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Sedangkan dari pihak pemkab Aceh Jaya ikut hadir dan langsung di pimpin oleh Sekda yaitu Drs. H. Mustafa, S.Pd. M.A.P, Asisten I, Kepala Bappeda, serta beberapa SKPK seperti Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pertanian, kepala Dinas Syariat Islam, Kepala Dinas Pendidikan Dayah serta Beberapa Kepala Dinas Lainnya di lingkungan Pemkab Aceh Jaya. Dalam sambutannya Sekda Aceh Jaya sangat mengapresiasi kerja sama ini untuk pengembangan pemerintah kabupaten Aceh Jaya dari berbagai sektor demi meningkatkan sumber daya manusia serta adanya pengembangan kampung terpadu nantinya. Selanjutnya Kedepan sekda berharap MoU ini terus berlanjut di berbagai sektor karena perlu inovasi dan ilmu baru dalam pengembangan jangka panjang ke depan agar masyarakat kedepan lebih terdidik.
Mengingat dan dalam rangka menhadapi berbagai tantangan yang ada pada era industry 4.0 ini, maka sangat diharapkan semua bidang dan keahlian yang ada baik dari pihak akademisi, yaitu UIN Ar-Raniry dan juga yang ada di Pemkab Aceh jaya harus bekerja sama dalam mengembangkan perekonomian masyarakat. Selama ini, demikian sekda Aceh Jaya, ada beberapa hal yang telah dilakukan oleh Pemkab Aceh Jaya untuk mengembangkan perekonomian masyarakat dan  pemasukan sisi finansial bagi kabupaten Aceh Jaya, diantaranya adalah menjadikan Aceh Jaya sebagai pintu masuk perekonomian Barat-Selatan, yaitu penggunaan pelabuhan Aceh Jaya sebagai elabihan ekport berbagai komuniditi dikawasan Barat-Selatan.
Ini merupakan salah satu agenda yang sangat penting yang harus dilakukan oleh semua lembaga atau instutisi, baik pemerintah, swasta, akademisi dan juga pihak birokrasi dalam mengahdapi berbagai tantangan era milinial ini. Disamping itu, era 4.0 ini juga merupakan era kreativitas bagi berbagai masyarakat dan institusi yang terlibat di era ini. Tidak hanya cukup dengan kolaborasi dan kreativitas, juga harus dimiliki oleh generasi sekarang adalah menjadi dirinya sebagai orang atau masyarakat yang mensposori berbagai bidang dan keahliannya sebagai orang yang pertama di kawasannya supaya apapun yang diprogramkan tidak sia-sia dan bahkan tidak menyentuh sama sekali apa yang diinginkan oleh masyarakat setempat. Demikian, maka diperlukan satu keahlian lagi, yaitu menjadi dirinya sebagai seseorang atau masyarakat yang menemukan berbagai kreativitas yang different dengan orang lain atau masyarakat yang ada dikawasan lainnya. Itulah beberapa hal yang dapat diimplimentasi secara nyata dan konkrit dalam rangkan pengembangan perekonomian atau bidang lainnya pada masyarakat baik yang ada di desa maupun diberbagai kawasan atau lokasi lainnya.

PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA (Kementerian Agama RI)

Tulisan ini adalah beberapa pemikiran disampaikan pada Diklat Kementerian Agama provinsi Aceh pada tanggal 8 Februari 2020. Sebelum menyampaikan beberapa pemikiran tentang pengembangan Sumber Daya Manusia di lingkungan Kementerian Agama provinsi Aceh, sebaiknya di sampai beberapa hal yang menurut penulis sangat urgen, yaitu tentang visi, misi dan berbagai fungsi dan tugas kementerian Agama dalam menjalankan tugas-tugas. Pertama sekali adalah tentang VISI Kementerian Agama RI, "Terwujudnya Masyarakat Indonesia yang Taat Beragama, Rukun, Cerdas, dan Sejahtera Lahir Batin dalam rangka Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong" (Keputusan Menteri Agama Nomor 39 Tahun 2015), kemudian tentang MISI Kementerian Agama RI, yaitu: 1) Meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama; 2) Memantapkan kerukunan intra dan antar umat beragama; 3) Menyediakan pelayanan kehidupan beragama yang merata dan berkualitas; 4) Meningkatkan pemanfaatan dan kualitas pengelolaan potensi ekonomi keagamaan; 5) Mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah yang berkualitas dan akuntabel; 6) Meningkatkan akses dan kualitas pendidikan umum berciri agama, pendidikan agama pada satuan pendidikan umum, dan pendidikan keagamaan; dan 8) Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan terpercaya (Keputusan Menteri Agama Nomor 39 Tahun 2015)
TUJUAN sebagai Penjabaran Visi dan Misi adalah Bidang Agama: 1) Peningkatan kualitas pemahaman dan pengamalan ajaran agama dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan beragama; 2) Pengukuhan suasana kerukunan hidup umat beragama yang harmonis sebagai salah satu pilar kerukunan nasional; 3) Pemenuhan kebutuhan akan pelayanan kehidupan beragama yang berkualitas dan merata; 4) Peningkatan pemanfaatan dan perbaikan kualitas pengelolaan potensi ekonomi keagamaan dalam meningkatkan kontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan percepatan pembangunan; 5) Peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dan umrah yang trasparan dan akuntabel untuk pelayanan ibadah haji yang prima; dan 6) Peningkatan kualitas tata kelola pembangunan bidang agama dalam menunjang penyelenggaraan pembangunan bidang agama yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel.
Bidang Pendidikan, di antaranya adalah: 1) Peningkatan akses pendidikan yang setara bagi masyarakat tidak mampu terhadap pendidikan dasar-menengah (wajib belajar 12 tahun); 2) Peningkatan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat pada berbagai jenjang pendidikan; 3) Penurunan tingkat kegagalan masyarakat dalam menyelesaikan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar-menengah (wajib belajar 12 tahun); 4) Peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan pada semua jenjang pendidikan; 5) Peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan dalam melakukan proses mendidik yang profesional di seluruh satuan pendidikan; 6) Peningkatan akses masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan agama pada satuan pendidikan umum yang berkualitas; dan 7) Peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan keagamaan yang berkualitas.
FUNGSI dari Kementerian Agama itu sendiri adalah: 1) perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan masyarakat Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu, penyelenggaraan haji dan umrah, dan pendidikan agama dan keagamaan; 2) koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Kementerian Agama; 3) pengelolaan barang milik/kekayaan Negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Agama; 4) pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Agama; 5) pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Agama di daerah; 6) pelaksanaan kegiatan teknis dari pusat sampai ke daerah; 7) pelaksanaan pendidikan, pelatihan, penelitian, dan pengembangan di bidang agama dan keagamaan; 8) pelaksanaan penyelenggaraan jaminan produk halal; dan 9) pelaksanaan dukungan substantif kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Kementerian Agama.
Selanjutnya ada delapan  POIN Program Prioritas Pengembangan Sumber Daya Manusia di Lingkungan Kementerian Agama menurut menteri Agama, yaitu: 1) Peningkatan kualitas kesalehan umat beragama; 2) Penguatan moderasi dan kerukunan umat Beragama; 3) Penyediaan layanan keagamaan yang adil dan merata; 4) Peningkatan pemberdayaan kelembagaan sumber daya ekonomi umat; 5) Perluasan akses pendidikan umum berciri khas agama, pendidikan agama dan keagamaan; 6) Peningkatan kualitas pengelolaan dan mutu pendidikan umum berciri khas agama, pendidikan agama, dan keagamaan; 7) Penguatan produktivitas dan daya saing pendidikan keagamaan; dan 8) Peningkatan kualitas tata kelola yang efektif dan akuntabel,” katanya melalui keterangan resmi
Selain itu ada beberapa yang harus juga diperhatikan dalam rangka pengembangan Sumber Daya Manusia di lingkungan Kementerian Agama adalah  MAKNA PENGEMBANGAN. Pengembangan: suatu usaha meningkatkan kemampuan teknis, teoritis, konseptual dan moral karyawan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan/Jabatan melalui pendidikan dan pelatihan, Pendidikan: suatu usaha untuk meningkatkan keahlian teoritis, konseptual dan moral karyawan, sedangkan latihan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis pelaksanaan pekerjaan karyawan (Malayu, 2001).
TUJUAN dari PENGEMBANGAN itu adalah: Produktivitas kerja, Efisiensi, Kerusakan, Kecelakaan, Pelayanan, Moral, Karier, Konseptual, Kepemimpinan, Balas jasa, dan Konsumen.
JENIS-JENIS PENGEMBANGAN adalah diantaranya Informal Karyawan atas keinginan dan usaha sendiri melatih dan mengembangkan diri. Caranya dengan mempelajari buku-buku literature yang ada hubungannya dengan pekerjaan/jabatannya. Formal Karyawan ditugaskan perusahaan untuk mengikuti pendidikan atau latihan. Disini diklat bisa dilakukan perusahaan sendiri atau dengan mengirimkan keluar ke perusahaan lain (Winarsih, 2014:19)
METODE PENGEMBANGAN dibagi kepada Metode latihan atau training, diberikan kepada karyawan operasional. Dan Metode pendidikan atau education, diberikan karyawan manajerial.
METODE LATIHAN, seperti on the job/pekerjaan, Vestibule/ruang depan. Demonstration and example. Simulation, Apprenticeship/magang, dan Classrom methods
METODE PENDIDIKAN disini seperti: Under study, Job rotation and planned progression, Coaching and counseling, Junior board  of executive or multiple management, Committee assignment, dan Business games.
HAKIKAT Sumber Daya Manusia adalah Sumber daya manusia adalah manusia yang bekerja di lingkungan suatu organisasi (disebut juga personil, tenaga kerja, pekerja atau karyawan). Sumber daya manusia adalah potensi manusiawi sebagai penggerak organisasi dalam mewujudkan eksistensinya. Sumber daya manusia adalah potensi yang merupakan aset dan berfungsi sebagai modal (non material/non finansial) didalam organisasi bisnis, yang dapat mewujudkan menjadi potensi nyata (real) secara fisik dan non-fisik dalam mewujudkan eksistensi organisasi. (Nawawi (2005)
TUJUAN PENGEMBANGAN Sumber Daya Manusia adalah membentuk individu dari aspek-aspek ketrampilan, pengetahuan dan sikap; pengembangan karir; mengatur dan membina manusia sebagai sub sistem organisasi melalui program-program perencana dan penilaian seperti perencanaan tenaga kerja, penilaian kinerja, analisis pekerjaan, dan klasifikasi pekerjaan; mendapat Sumber Daya Manusia sesuai klasifikasi kebutuhan organisasi dan alat organisasi yang bertujuan untuk perbaikan dan peningkatan; dan penyesuaian sistem dan kebijakan organisasi sebagai penangkal risiko dan faktor eksternal.
Sumber Daya Manusia yang  OPTIMAL adalah  Seleksi sumber daya manusia sesuai dengan kebutuhan; Merancang keselarasan antara kebutuhan organisasi dan kompetensi karyawan; Menyediakan sarana, prasarana dan teknologi yang sesuai; Komitmen yang tinggi dari setiap elemen organisasi. (Jumawan, 2015)
Sumber Daya Manusia yang harapkan pada era industry 4.0 adalah harus memiliki kemampuan berpikir Filosofis-konseptual, memiliki Framework-teoritis, mempunyai Strategi-metodologis dan menghasilkan Teknologi yang unggul. 

ANNUAL MEETING IN BALI: THE CONSORTIUM OF ASIA-PACIFIC EDUCATION UNIVERSITIES

Consortium of Asia-Facific Education Universities atau sering disingkat CAPEU adalah memiliki visi, misi dan tujuannya tersendiri, yaitu: Vision of The Consortium: "To be the Centre of the World Education, Innovation and Enhancement" dan Mission of The Consortium: “Committed to Changes in Teacher Training and Education, Research & Community Development”, sedangkan tujuan atau Objectives of The Consortium of Asia-Facific Education Universities adalah:
·   To establish a common network of cooperation between education institutions in Asia-Pacific and beyond that will provide a venue for discussion and exchange of relevant issues and problems as well as work out strategic actions and policy recommendations along current education reforms;
·   To advance education research, teaching and service capacity of member institutions by cultivating regional cooperation and liaison with other regional and international organizations espousing similar aspirations;
· To promote information / knowledge dissemination and exchange through cross-national and international collaborative study and research among Education Universities;
·      Enrich the professional human resources of Education Universities in the region, including explorations of innovations and sharing of best practices in Education Universities;
·    As a leader of the Education Universities across the region including other continents in teaching and learning.
Untuk selanjutnya, dalam rangka pertemuan The Consortium of Asia-Facific Education Universities di Bali, ada beberapa agenda dan kegiatan yang perlu dilaporkan sebagai tanggung jawab kami selaku yang diberi tugas untuk mengikutinya.  Kegiatan-kegiatan tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut:
Pengantar atau sambutan dari tuan rumah Universitas Pendidikan Ganesha, Bali, Indonesia, dalam hal ini langsung diberikan sambutan atau sebagai sambutan menyambut tamu oleh Rektor Universitas tersebut, yaitu pertama pada saat makan malam di Hotel Grand Inna Kuta Bali sambil makan malam. Pada sambutan tersebut, bapak Rektor menyatakan bahwa beliau sangat senang ditunjuk selaku tuan rumah untuk kegiatan ini. Maka menurut dia apa yang terjadi terhadap pelaksanaan kegiatan ini , beliau bertangung jawab sepenuhnya dan beliau juga meminta maaf apabila penyambutan dan penyediaan berbagai fasilitas untuk acara ini tidak berkenan menurut para peserta kegiatan ini. Disamping itu, pada memberikan sambutan pembukaan acara CAPEU BOARD OF DIRECTORS’ MEETING ini memerlukan berbagai fasilitas dan juga hal-hal yang berkenaan dengan akademik dan non akademik, beliau, dalam Universitas Ganesha, siap ,membantu dan juga mengharapkan hasil dari pertemuan ini supaya ditindak lanjut sesegera mungkin. Karena pertemuan ini merupakan pertemuan yang sangat penting karena dalam agenda dalam kegiatan ini termasuk memilih Presiden CAPEU yang baru.
Sambutan dari Presiden CAPEU, Profesor Dato’ Dr. Muhammad Shatar Sabran, beliau memberikan beberapa cacatan penting tentang keberadaan CAPEU dan kegiatan-kegiatan yang telah dan akan dilakukan oleh anggota konsorsium ini kedepan. Pertama, beliau menyampaikan beberapa agenda penting yang telah dilakukan oleh CAPEU selama beliau memimpin dua tahun yang lalu, seperti Konferensi Internasional, laporan tentang finansial, update tentang apa-apa yang menjadi Marketing Materials CAPEU, update tentang CAPEU Journal dan update tentang “The 5” Consortium of Asia-Facific Education Universities (CAPEU): Bridging The Urban and Rural Gaps in Education” Conference. Disamping itu, menurut beliau, dengan pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat kerjasama diantara anggota dan diharapkan semua anggota akan menjadi World Class University ke depan, maka perlu juga dianatara sesame anggota untuk menyamakan dan memperkuat bidang kurikulum, riset, pengabdian, visiting professor dan juga exchange student di antara sesasma anggota, dan beliau juga menyampaikan tentang agenda pertemuan-pertemuan tahunan lainnya. Mengenai report Finansial, beliau mengharapkan semua anggota CAPEU mematuhi dan menyelesaikan berbagai hal yang menyangkut dengan iuran ke anggotaan CAPEU, mengenai jurnal akan ditangani oleh Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, dan Konferensi akan dihandel oleh Universitas Utara Malaysia, yang insya Allah akan diadakan di Kucing Malaysia pada bulan September yang akan datang. Kedua, beliau juga menyampaikan agenda-agenda yang akan dilakukan oleh CAPEU pada tahun 2020 ini dan tahun-tahun berikutnya, apabila nantinya beliau terpilih lagi sebagai Presiden CAPEU untuk 3 tahun kedepan.
Penyampaian beberapa Best Practice in Teaching and Learning, kegiatan ini disampaikan oleh dua orang dosen Universitas Pendidikan Ganesha, Bali, yaitu tentang kerjasama luar negeri dan tentang pembelajaran bahasa Inggris.
Pemilihan New Executive Board of Consortium, yaitu pemilihan Presiden, Vice Presiden, Secretary dan Treasurer, untuk tiga tahun ke depan. Pada pemilihan tersebut, secara aklamasi para peserta setuju untuk dipimpin kembali oleh pengurus sekarang, yaitu Presidennya Profesor Dato’ Dr. Mohammad Shatar Sabran, wakil presiden Profesor Dr. Asep Kadarohman. Sedangkan secretariat dan lain-lain juga masih di jabat oleh peserta yang lama. Setelah terpilih kembali, presiden menyampaikan beberapa agenda ke depan, yaitu diantara adalah: Penelitian dan kurikulum antar anggota CAPEU; Pertukaran Dosen; Pengabdian; dan Student mobility dan student exchange
Dalam berbagai bidang tersebut, maka yang menjadi hostingnya adalah: bidang kurikulum dan penelitian akan dihendel oleh masing-masing wakil rektor bidang tersebut, yaitu dipercayakan hostnya pada Universitas Pendidikan Ganesha Bali; bidang akademik akan dihendel atau yang menjadi hostnya adalah Universitas Pendidikan Surabaya; dan dibidang pengabdian dan kemahasiswaan akan dihendel oleh Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
Untuk memperluas dan mengimplementasikan berbagai program dan agenda CAPEU, maka menurut presiden harus dilibatkan masing-masing rektor pada masing-masing anggota CAPEU, yang berkenaan dengan bidangnya masing-masing, baik akademik, riset dan pengabdian dan kemahasiswaan.
Untuk agenda yang sangat dekat, presiden mengharapkan kepada semua anggota CAPEU supaya terlibat langsung pada acara konferensi di Kucing Malaysia, memberikan satu atau beberapa artikel ke jurnal CAPEU dan paling tidak mengutuskan minimal 10 mahasiswa dari masing-masing Anggota CAPEU untuk terlibat dalam student mobility atau kuliah kerja nyata (KKN) sesama anggota CAPEU.

PERKEMAHAN PRAMUKA SEBAGAI WADAH SILATURRAHMI

Dalam Pertemuan Rakor para wakil Rektor dan wakil Ketua bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKIN) se-Indonesia di Palembang pada tanggal 22-24 Januari 2020 menghasilkan beberapa agenda penting, yaitu membicarakan tentang kapan tanggal yang tepat untuk ditetapkan sebagai ajang pertemuan Perkemahan Pramuka Nasional se-PTKIN. Di samping itu juga dibicarakan tentang petunjuk teknis beasiswa Kartu Indonesia Pintar yang merupakan pengganti Bidik Misi.
Pada acara tersebut dihadiri oleh Direktur Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, beliau memaparkan beberapa hal yang menurut beliau sangat penting. Pendapat atau arhan beliau tersebut diantaranya adalah pelaksanaan Perkemahan Pramuka itu sebaiknya ada inovasi-inovasi baru. Kemudian beliau juga menyinggung program-program yang lalu seperti Student Mobility Program adalah program yang sangat bagus, maka untuk kesempurnaannya di masa yang akan datang memerlukan kepada evaluasi terhadap kegiatan tersebut. Dan pada akhirnya beliau juga menyinggung tentang pelaksanaan Kartu Indonesia Pintar, di sini kita perlu membuat semacam petunjuk teknis dan bagaimana cara kita menyeleksi peserta tersebut secara professional dan akurat. Dan menurut beliau Perkemahan pramuka kedepan sangat lebih bagus jika dilibatkan peserta-peserta dari Negara sahabat atau paling tidak peserta-peserta dari Negara ASEAN.
Selanjutnya, Rektor Universitas Islam Raden Pattah Palembang, dalam sambutannya, beliau menyampaikan beberapa hal, diantaranya adalah: Menurut beliau, event prarmuka diharapkan tidak hanya sebagai event nasional, tetapi juga sebagai event se-Asean atau event se- Asia sedangkan mengenai pelaksanaannya harus juga memperhatikan event-event yang lain. Selanjutnya beliau menyampaikan bahwa lokasi tempat diadakannya Perkemahan Pramuka ini nantinya akan menjadi lokasi Kampus C Universitas Islam Negeri Palembang, dan pada kesempatan ini rektor sangat mengharapkan masukan-masukan yang banyak baik konsep maupun masalah-masalah teknik-teknik lainnya dari peserta Rakor.
Pada akhirnya pertemuan tersebut ditutup oleh paparan bapak Kasubdit Sarana dan prasarana Kementerian Agama RI, beliau menyampaikan bahwa Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah sudah dianggarkan pada DIPA Masing-masing perguruan tinggi dan Beda dengan Bidik misi: diberikan pada program studi-program studi yang marketable, aspek pemberian pendidikan vokasi /lifeskill, ada kisi-kisi yang perlu di pertajam pada sisi pembentukan karakter. Mengenai Perkemahan Pramuka, beliau mengatakan bahwa semakin menantang tempat pelaksanaan Perkemahan Pramuka semakin baik, dan harus diadakan di lahan miliknya kampus supaya ada manfaatnya bagi Kampus itu sendiri setelah acara tersebut selesai.

SERTIFIKASI PEMBIMBING MANASIK HAJI: MoU Antara UIN Ar-Raniry dengan Dirjen PHU Kementerian Agama RI

Dalam undang-undang penyelenggaraan haji dan umrah mengatur salah satu syarat untuk menjadi pembimbing manasik haji harus sudah bersertifikat. Kemenag mewajibkan kepada pihak kelompok bimbingan ibadah haji (KBHI) dan Biro travel haji dan umrah untuk memiliki pembimbing manasik haji yang bersertifikat. Dirjen PHU mengatakan bahwa  Sertifikat pembimbing haji bertujuan untuk meningkatkan kualitas, kreativitas dan integritas pembimbing manasik haji agar mampu melakukan aktualisasi potensi diri dan tugasnya secara professional dalam rangka mewujudkan jamaah haji yang mandiri baik dalam hal ibadah maupun perjalanan.
Disamping itu, Universitas Islam Negeri Ar Raniry menjadi salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) ke-13 yang menjalin kerjasama dengan Ditjen PHU dalam pelaksanaan sertifikasi pembimbing ibadah haji. Menurut Nizar,  potensi kerjasama tersebut sangat besar, karena jumlah KBIH yang ada saat ini lebih dari 1000 dan itu tersebar di seluruh pelosok Nusantara. Selain itu,  ada juga 1016 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), dan 283 Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).
Kesempatan ini, sangat menguntungkan perguruan tinggi, karena di perguruan tinggi, khusus PTKIN ada program studi Manajemen Haji Umrah (MHU) yang lagi ngetren dan ternyata program Studi tersebut belum ada, padahal kita di kementerian agama memiliki Manajemen Haji dan Umrah. Untuk itu kita berharap kedepan, pihak perguruan tinggi (PTKIN) untuk membuka program studi tersebut. Sekarang, potensi yang sangat besar tersebut harus dimanfaatkan oleh perguruan tinggi karena pihak kementerian Agama sudah mensyaratkan dan berbasis syariah.
Penandatanganan MoU antara Direkturat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) dengan UIN Ar Raniry Aceh dalam bidang sertifikasi haji. Ini ditandai dengan sinergisitas antara kedua lembaga.
Penandatanganan MoU berlangsung di ruang sidang Ditjen PHU, Jakarta. Hadir, Direktur Bina Haji, Khoirizi; Direktur Pengelolaan Dana Haji dan SIHDU, Maman Saepulloh; Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Arfi Hatim. Dari pihak UIN AR-Raniry, dihadiri langsung oleh Rektor, Wakil Rektor III dan  Wakil Rektor I, Kabiro AUPK, dan Wakil Dekan III Fakultas Dakwah. Nizar berharap, kerjasama ini dapat berkontribusi lebih bagi UIN Ar-Raniry dan kemaslahatan umat, dengan menghasilkan para pembimbing ibadah haji yang bersertifikasi dan professional. Rektor UIN Ar Raniry Banda Aceh, Warul Walidin mengatakan, dengan adanya penandatanganan MOU ini, maka lengkaplah perangkat yang ada di Aceh untuk melaksanakan syariat Islam secara kaffah. "Fakultas Dakwah dan Komunikasi yang memiliki potensi besar harus bisa memanfaatkan peluang dengan maksimal yang tentunya berguna bagi kemaslahatan umat," tambahnya.
"Kami di UIN Ar Raniry akan melaksanakan pelatihan-pelatihan bagi petugas kita dan perangkat-perangkat haji kita, sehingga kita mempunyai kompetensi yang diakui berupa sertifikat yang kita keluarkan," tandasnya.