EMBRACING ICT, EMPOWERING EDUCATION 4.0



Tulisan ini di sampaikan Rektor (Prof. Dr. Tgk. Hj. Warul Walidin AK, MA) sebagai Keynote Speaker pada “The 4’’ International Conference on ICT in Education 2019”  di Hotel Bayview Beach Resort Penang, Malaysia 2-4 Juli 2019.
ICT and Education 4.0
´  ICT is Information and Communication Technology that will change:
´  The education system
´  The curriculum
´  The teaching/learning materials
´  The teaching/learning process
´  The capacity of lecturers/teachers/instructors
Collaborative Programs among the higher education institutions
´ Students could attend college without leaving their home, both in their own country or in a foreign country.
´ The lecturer can share all teaching materials to all of his/her students through the internet from his/her offices by using social media and teleconferences system. 
Digital Library System
´ Lecturers/students can search and download the teaching/learning materials from the digital library directly from his/her place as a member or guest visitor.
´ Establishing the network library digital system among the higher education institution for primary and secondary schools, tertiary institutions.
Online Academic Registration
´ Applicants can register and upload digital documents that are requested to apply the program at higher education institutions without leaving their home both at home and abroad.
Digital Academic Database
The Academic Database can be accessed and download by all beneficiaries from anywhere
Digital Payment System
´ Payment system for education fees online through banking and other digital payment systems.
Empowering ICT in Education 4.0
Embracing ICT to empower Education 4.0 to develop program based on the users (disability/age/gender), especially for primary and secondary schools, tertiary institutions
Developing Collaborative Program
´ Joint classes between universities that have established the network through memory of understanding (MoU).
´ Students can attend college in their place of residence, both in their own country and in a foreign country.
´ The lecturer can give lectures to all students through the network from his office throughout the world.
´ Collaborative classes for the double degree systems.
Standardized Evaluation System
Standardized education program evaluation system between education providers
Empowering Lectures
´ The quality improvement of lecturers is carried out jointly and gradually, so that lecturers can give lectures at universities that have understanding (MoU) in implementing education.
´ Focus Group Discussion (FGD) between lesturers and students by embracing ICT.
´ Information sharing between lecturers about the development of science, especially in the fields of pedagogical theory, learning process, and multimedia development in teaching.
But …. ??
´ All of them will save budget and time ..
But
´ Regular direct meetings/lectures IS NEEDED so that the sense of humanity and social contact is not lost, so that local wisdom is not eroded.

KREATIVTAS MAHASISWA: INDIKATOR KEMAJUAN SEBUAH UNVERSITAS

Inti dan indikator majunya sebuah Universitas adalah sangat tergantung pada kreativitas, inovasi dan kemandirian mahasiswanya. Maka apapun kegiatan yang dilakukan di sebuah Universitas harus memberi dukungan penuh pada aktivitas mahasiswa, baik yang bersifat akademik maupun non akademik. Karena mahasiswalah yang nantinya menjadi alumni akan memberikan kontribusi yang sangat luar biasa dalam pengembangan Universitas dan karir yang dimiliki oleh mahasiswa dan alumninya dalam masyarakat dan dunia kerja ke depan. Untuk itu, peran dan tupoksi yang diemban oleh para wakil rektor di lini tiga tersebut sangat urgen dalam mengawal aktivitas mahasiswa. Berbagai bidang yang ada di Universitas, baik bidang akademik, keuangan dan kerjasama, semuanya juga bermuara pada kreativitas dan inovasi mahasiswa dan alumninya. Dengan demikian, memberikan dukungan penuh kepada semua program-program mahasiswa, baik program yang bersifat akademik, olah fisik dan karya seni memerlukan kepada dukungan yang penuh kepada mereka dalam mengembangkan semua itu. Karena kalau mahasiswa tidak memiliki kreativitas, inovasi dan berbagai karya itu artinya tidak mendukung apa yang telah dituangkan dalam visi dan misi Universitas. Untuk kegitan dan aktvitas kemahasiswaan jangan sekali-kali menganggap itu adalah tidak penting. Kalau ada pendapat seperti ini, itu berarti tidak memehami hakikat sebuah Universitass. Dimana mahasiswa merupakan salah satu faktor yang sangat penting dan dominan di sebuah lembaga pendidikan termasuk lembaga pendidikan tinggi.
Kegiatan kemahasiswaan adalah kegiatan Universitas yang sesungguhnya, karena apapun yang dilakukan di kampus baik itu kurikuler mapun non kurikuler adalah sangat ditentukan oleh kreativitas mahasiswanya. Berkenaan dengan hal tersebut, maka perguruan tinggi di bawah kementerian Agama RI, atau yang sering disingkat PTKIN mengadakan Pekan Ilmiah, Olah Raga, Seni dan Riset (PIONIR) setiap dua tahun sekali secara nasional. Untuk tahun ini yang menjadi tuan rumah adalah Universitas Islam Negeri Malang, Jawa Timur. Kegiatan PIONIR tersebut bertujuan untuk melahirkan insan akademik (mahasiwa) yang mempuni. Semua agenda yang ada dalam PIONIR tersebut adalah untuk mencari bibit atau prestasi yang unggul dalam bidang olah raga, seni, riset dan kegiatan-kegiatan ilmiah dikalangan mahasiswa, juga untuk menjalin silaturrahim diakalangan mahasiswa PTKIN se-Indonesia. Kegiatan ini juga ingin menampilkan program-program yang dilakukan oleh setiap Universitas untuk dilihat kembali secara nasional dimana universitas-universitas yang tergabung dalam PTKIN adalah sangat mampu untuk di Upgrade pada jenjang yang lebih tinggi, baik pada ajang-ajang nasional maupun internasional. Disamping itu, kegiatan PIONIR tersebut juga untuk melatih dan mendidik mahasiswa-mahasiswa kita supaya dapat mandiri dan berinovasi serta berkreasi dalam menghadapi dunia global dan dalam rangka menghadapi era perkembangan teknologi 4.0.
Sebagaimana kita ketahui bersama, apa yang dilakukan oleh lembaga pendidikan kita beberapa dekade yang lalu adalah mustahil untuk kita terapkan pada era sekarang dan beberapa waktu ke depan. Ini sesuatu yang harus kita pikirkan bersama dalam rangka melihat dunia yang lebih luas, dimana dalam tataran beragama juga diperlukan pemikiran-pemikiran yang lebih terbuka, untuk itu peran kita untuk mengembangkan Moderasi Bergama sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk menyebarkan, mengajarkan dan memberikan perspektif-perspektif baru yang lebih open-minded kepada generasi-generasi kita ke depan, dalam hal ini adalah mahasiswa-mahasiswa kita dalam mengamalkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Demikian, disampaikan bapak kasi sarana dan prasarana Kementerian Agama RI  (Rohman  Basori) dan Rektor Universitas Islam Negeri Malang pada Rakor Para Wakil Rektor/Ketua Bidang Kemahasiswaan, alumni dan kerjasama PTKIN se-Indonesia di Malang, 23-25 Juni 2019. 

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY MENUJU WORLD CLASS UNIVERSITY: Perspektif Visi dan Misi

Universitas Islam  Negeri Ar-Raniry adalah sebagai salah satu Universitas Islam Tertua Di Indonesia, yaitu setelah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Universitas Islam Negeri Jakarta. Dalam perkembangannya memang berbeda jauh dari universitas kedua tersebut karena kendala-kendala dan rintangan-rintangan yang dihadapi, baik konflik yang berkepanjangan maupun musibah yang di alami di provinsi paling Barat Indoensia ini. Walaupun demikian, hasrat dan keinginan untuk mengembangkan diri sebagai salah satu Universitas terkemuka di daerah nya dan juga regional dan bahkan internasionla akan selalu ada dan menjadi impian semua lembaga pendidikan yang ada.
Mengingat kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang semakin hari hari semakin pesat, maka Universitas Ar-Raniry juga tidak boleh ketinggalan dari kancah perubahan tersebut. Maka disini pertama sekali dilihat, kalau ingin bersaing dengan kampus-kampus lain, adalah aspek visi dan misi sebuah lembaga pendidikan. Untuk mewujudkan kea rah pengembangan menjadi universitas kelas dunia, maka visi dan misinya pun harus sesuai dengan arah tersebut.
Untuk sementara visi yang diinginkan untuk saat ini adalah sebagai berikut:
Visi: Mewujudkan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry berkelas dunia dalam pengintegrasian dan Internalisasi keislaman, keilmuan, dan nilai-nilai kebangsaan
        Berkelas dunia di sini maksudnya adalah arah pengembangan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry ke depan adalah dapat berkompetisi secara global, artinya UIN Ar-Raniry tidak hanya berpikir dan mengembangkan keislaman, keilmuan dan Nilai-nilai kebangsaan/keindonesiaan bukan hanya untuk konsumsi masyarakat Indonesia semata, tetapi menjadi referensi dan panutan universitas-universitas dunia dalam rangka pengembangan, pelaksanaan dan penemuan-penemuan yang bertaraf nasional dan internasional.
1. Kualitas riset 60% (merancang riset yang dapat menghasilkan invensi dan inovasi kualitas dunia). 2.  Kesiapan kerja 10%. 3. Pandangan internasional 10% (bagaimana agar tulisan peneliti atau dosen dapat dipublikasikan oleh jurnal akademik internasional dan dapat menjadi referensi oleh peneliti dan dosen perguruan tinggi lain). 4. Kualitas pengajaran 20% (bagaimana staf atau alumni suatu perguruan tinggi dapat meraih penghargaan bertaraf internasional)
        Integrasi  di sini maksudnya adalah paradigm yang dipakai oleh UIN Ar-Raniry dalam rangka pengembangan dan penemuan model-model baru atau alternatif-alternatif baru dalam melihat world view dengan menggunakan paradigma keislaman dan penemuan keilmuan seperti sain dan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan mengacu kepada spirit keislaman dan kebangsaan, karena itu perlu disandingkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan menjadi paradigm baru dalam penerapan sain dan teknologi ke depan yang terikat kepada keislaman dan kebangsaan. Integrasi nilai-nilai keislaman dan nilai-nilai kebangsaan mutlak diperlukan dalam rangka pengembangan dan penerapan Islam secara kaffah dan lebih bermanfaat bagi umat sebagai agama yang rahmatan lil alamin
  Internalisasi di sini adalah sebagai pendekatan dan metolodogi yang digunakan dalam perencanaan, pelaksanaan dan penilaian proses pembelajaran dan kegiatan-kegiatan akademik lainnya. Dengan internalisasi diharapkan proses pembelajaran, pewarisan ilmu pengetahuan dan transfer of values yang dilaksanakan dalam pembelajaran, pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, baik di lingkugan universitas maupun di luar universitas. Internalisasi sebagai pendekatan dan metodologi tersebut dapat memberikan pencerahan-pencerahan dengan tidak melihat subyek didik dan masyarakat secara umum dengan pandangan yang sempit, tetapi lebih terbuka dan demokratis, tidak memasung kreativitas mahasiswa dan juga masyarakat lainnya. Pendekatan ini digunakan mengingat selama ini proses pembelajaran yang terjadi adalah bersifat indoktrinasi dan mengekang kreativitas mahasiswa. Sehingga sangat menutup kemungkinan untuk menemukan temuan-temuan baru atau alternatif-alternatif baru dalam pencapaian tujuan yang diinginkan sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan bersama
Sedangkan MISI yang harus diimplementasikan untuk mencapai visi tersebut adalah sebagai berikut:
1.    Integrasi keislaman, keilmuan dan nilai-nilai kebangsaan dalam pendidikan dan pembelajaran yang berbasis pada research.
2.   Internalisasi keislaman, keilmuan dan nilai-nilai kebangsaan dalam penelitian dan pengabdian bagi kepentingan akademik dan pengembangan masyarakat
3.  Meningkatkan peran serta universitas, ulama dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa berdasarkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan
4.     Membangun kerja sama dengan berbagai pihak, baik lokal, nasional dan internasional, dalam rangka pengembangan dan publikasi pendidikan, pengajaran, penelitian, aktualisasi life skill (hard skill dan soft skill) dan pengabdian pada masyarakat
Inilah beberapa hal yang bersifat filosofis dan metodologis dari perspektif Visi dan Misi yang harus diterapkan dalam tri Darma Perguruan apabila ingin bersaing pada tingkat dunia. Perspektif ini adalah masih sangat minimal kalau dilihat dari apa yang telah dilakukan oleh universitas-universitas di Negara maju.

PROFESSORIAL LECTURING: LECTURER IS THE KEY AND EDUCATION IS THE HEART OF CIVILIZATION

Kegiatan ini dilakukan pada saat menindaklanjuti MoU antara Universitas Islam negeri Dengan Univeristas Teknologi Mara cawangan Malakan pada tanggal 29-30 Oktober 2018. Tindaklanjut ini di isi dengan kuliah umum dan mengahdiri acara wisuda akademik UiTM Malaka, Malaysia. Dalam Kuliah Umum (Professor Talk) oleh: Prof. Dr. H. Warul Walidin AK, MA (Rektor UIN Ar-Raniry) yang didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Islam Negeri Ar-raniry Banda Aceh, bagi Dosen dan Mahasiswa Semester Akhir UiTM Melaka, Malaysia, dengan judul “PROFESSORIAL LECTURING: LECTURER IS THE KEY AND EDUCATION IS THE HEART OF CIVILIZATION”.
Konten dari kuliah umum tersebut, diantaranya adalah tentang:
1.     Hakikat Pendidik
Disini rector menjelaskan bahwa Pendidik itu adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan”.  Undang-undang ini menegaskan bahwa guru adalah pendidik
2.     Hakikat Kompetensi
Kompetensi pendidik adalah kecakapan atau kemampuan yang dimiliki pendidik, yang diindikasikan dalam empat pilar kompetensi, yaitu kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan memahami subjek didiknya secara baik serta kemampuan mengelola pembelajaran (pedagogik), kemampuan yang berhubungan dengan tugas profesionalnya, yaitu kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam (profesional),
kemampuann yang berhubungan dengan keadaan pribadinya yang mantap, berakhlak, arif dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik (personal), serta kemampuan yang berhubungan dengan masyarakat atau lingkungannya, yaitu kemampuan berkomunikasi, berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar (sosial).
3.     Karakter dan Etos Kerja
Disini rector menjelaskan tentang beberapa negera yang mempunyai etos kerja dan karakter yang sangat luar biasa. Seperti Jepang, Amerika dan lain-lain. Kemajuan yang dicapai oleh Negara-negara tersbut terjadi karena mereka memegang teguh pada karakter bangsanya demikian juga etos kerja yang mereka bangun.
Disamping kegiatan kuliah umum, Rektor dan Wakil Rektor III, juga menghadiri dan menyertakan pada  perayakan/wisuda Akademik, Istiadat wisuda UiTM Melaka, Malaysia. Demikian juga menghadiri dan mengunjungi UiTM Melaka Campus Tour, PTAR, Masjid Al-Hikmah, ACIS, CIPSF, Bangunan Akademik KPPI, KPP2, KPP3, Kolej-Kolej Pelajar dan Unit Sukan.

DEKLARASI PERPINDAHAN IBU KOTA NEGERA: Perspektif Akademisi


Berbicara tentang perpindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Luar pulau Jawa menjadi topic utama yang dibicarakan pada pertemun BKS-PTN Barat di Palangkarya tanggal 10-12 Januari 2019.
Deklarasi ini diikuti oleh beberapa akademisi yang tergabung dalam perkumpulan Forum pertemuan perguruan tinggi negeri yang bertempat  di Universitas Palangkaraya sebagai tuan rumah pertemuan. Acara ini dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Palangkaraya.
Disamping topic khusus tersebut, yaitu tentang perpindahan Ibu Kota Negara ke Palangkaraya, juga di bicarakan hal-hal yang berkenaan dengan agenda pertemuan Forum tersebut. Agenda-agenda tersebut diantaranya adalah sebagai berikut.
Pertama sekalai adalah Ramah dengan Pemda Kalimantan yang diwakili oleh Setda Provinsi Palangkaraya. Di samping itu juga dihadiri oleh utusan Staf Khusus Menteri PPN dan Kementerian Ristek Dikti RI. Kemudian pada tanggal ini merupakan acara puncat pertemuan BKS-PTN Barat, yang dimulai dengan laopran kegiatan berbagai Forum yang telah dilakukan pada tahun 2018 yang lalu, dan juga mempresentasikan berbagai kegaiatan yang akan dilakukan pada tahun 2019. Selanjutnya adalah agenda pembentukan Forum Wakil Rektor bidang Kerja Sama. Dalam musyawarah dan meeting selama satu jam lebih di ruang Wakil Rektor Kerjasama Universitas Palangkaraya menghasilkan beberapa hal.
Hasil dari pertemuan tersebut diantara adalah:
1. Forum meilih ketua dan sekretaris forum. Dari hasil tersebut, maka sebagai:
Ketua : Dr. Hizir Sofyan, Wakil Rektor Kerjasama Universitas Syiah Kuala, Aceh.
Sekretaris : Prof. Dr. Sulmin Gumiri, Wakil Rektor Bidang Kerjasama Universitas Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
2. Program-program yang akan dilakukan pada tahun 2019 ini. Program-program tersebut diantaranya adalah:
a. Pertemuan forum BKS PTN Barat di Batam pada bulan Februari 2019. Penyusunan Pedoman MoU dan MoA Kerjasama BKS PTN Barat
b.   Menginventarisir keunggulan masing – masing PTN MoU di BKS Barat
c.    Melaksanakan Monev terhadap tindak lanjut Mou dan    MoA pada masing-masing BKS PTN Barat.
Terakhir sekali dari pertemuan tersebut, sebagaimana di sebut di atas, adalah adanhya dukungan  dan deklarasi Bersama tentang dukungan Forum BKS-PTN Barat terhadap Kalimantan Tengah Sebagai Kandidat Perpindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta.