RESEARCH COLLABORATIVE: Ujung Tombak Perguruan Tinggi Dalam Meningkatkan Akreditasi Lembaga


Mewakili Bapak Rektor Universitas Islam Negeri Ar-Raniry untuk memenuhi undangan dari Kolej University Perguruan Ugama Seri Begawan dalam rangka Majlis Konvokesyen Kesembilan Univeritas tersebut, pada 15 Oktober 2019 dan juga sekaligus dengan penandatanganan MoU antara kedua Universitas. Pada saat yang sama KUPU SB juga melakukan dan menandatangani MoU dengan beberapa Universitas-Universitas di beberapa Negara lain seperti dengan beberapa Universitas di Malaysia, Pakistan dan beberapa Universitas di Indonesia. Pada acara wisuda tersebut dihadiri langsung Oleh Yang Mulia Sultan Brunei Darussalam, Sultan Haji Hassanal Bolkiah, dan pada acara penanda tangan MoU dihadiri oleh Rektor KUPU SB yang disaksikan oleh Bapak Menteri Ugama Brunei Darussalam.
Pada acara yang pertama, yaitu menhadiri acara wisuda KUPU SB dilaksanakan mulai pukul 09.00 pagi sampai dengan pukul 12.30 siang di gedung International Convention center Brunei Darussalam. Acara penandatanganan MoU juga dilakukan pada gedung yang sama dimulai pada pukul 09.00 malam sampai dengan pukul 11.00 malam waktu Brunei Darussalam. Kegiatan wisuda dilakukan secara kenegaraan karena rektor atau Chancellor dari semua Universitas yang ada di Brunei adalah raja itu sendiri, maka dengan sendirinya acara tersebut sangat hikmad dan dijalankan oleh protokuler kenegaraan. Sedangkan pada acara penandatanganan MoU adalah dilaksanakan secara kenegaraan juga karena dihadiri oleh Menteri Ugama Brunei Darussalam. Bedanya antara kedua kegiatan adalah: yang pertama dihadiri langsung oleh Raja Brunei sedangkan acara yang kedua tidak dihadiri oleh Raja, tetapi hanya dihadiri oleh Menteri Ugama. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kedua kegiatan ini adalah sama-sama penting dan memberi manfaat yang sangat luar biasa bagi lembaga-lemabag pendidikan lain yang melakukan MoU pada momen tersebut.
Manfaat yang pertama, khususnya bagi Universitas-universitas di Indonesia, dimana setiap Universitas, baik yang dibawah kementerian Agama maupun RistekDikti, semuanya menginginkan dan berorientasi pengembangannya kepada atau menuju Universitas Kelas Dunia. Dan ini salah satu tempat dan ajang sekaligus momen yang sangat berguna dalam menuju kepada jenjang kelas dunia tersebut. Ini dapat dilihat dari ruang lingkup kerjasama itu sendiri yaitu pengembangan riset bersama antara KUPU SB dengan Uinversitas-universitas yang menandatangani MoU malam tersebut. Selain itu, yang menunjukkan bahwa kegiatan ini penting adalah dari keseriusan para pimpinan KUPU SB dalam perbincangan-perbicangannya dengan Uinversitas-universitas tersebut dimana keinginan untuk tindak lanjut atau sering disebut dengan MoA adalah akan dilakukan dalam waktu sesegera mungkin. Ungkapan ini di dengar dan disaksikan langsung oleh menteri Ugama Brunei Darussalam.
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, akan mengambil momen ini sebagai momen yang berarti bagi kedua Universitas, yaitu akan ada tindak lanjut keduanya pada tahun depan, baik itu berupa exchange student maupun kunjungan atau membuat seminar atau koferensi bersama antara kedua lembaga. Bukti nyata dari seriusnya kedua lembaga untuk menindaklanjuti berbagai kesepatan yang telah di tandatangani adalah sudah dilakukan berbagai even penting pada beberapa waktu yang lalu, seperti melakukan konferensi internasional tentang bahasa Arab dan adanya kunjungan mahasiswa program studi bahasa Inggris Universitas Islam Negeri Ar-Raniry ke Brunei Darussalam.
Dengan adanya MoU antara kedua instutusi diharapkan gema dan gaung Universitas Islam Negeri Ar-Raniry semakin disegani di mata dunia, paling tidak di tingkat atau kawasan Asia Tenggara dan bahkan keinginan tersebut lebih dari itu, yaitu pada tataran atau kawasan asia pasifik atau secara global mendunia. Ini semua menjadi tujuan dari setiap perguruan tinggi yang ingin mengembangkan akreditasi atau tingkatan yang diharapkan oleh semua lembaga yang ada di dunia ini.

EMBRACING ICT, EMPOWERING EDUCATION 4.0



Tulisan ini di sampaikan Rektor (Prof. Dr. Tgk. Hj. Warul Walidin AK, MA) sebagai Keynote Speaker pada “The 4’’ International Conference on ICT in Education 2019”  di Hotel Bayview Beach Resort Penang, Malaysia 2-4 Juli 2019.
ICT and Education 4.0
´  ICT is Information and Communication Technology that will change:
´  The education system
´  The curriculum
´  The teaching/learning materials
´  The teaching/learning process
´  The capacity of lecturers/teachers/instructors
Collaborative Programs among the higher education institutions
´ Students could attend college without leaving their home, both in their own country or in a foreign country.
´ The lecturer can share all teaching materials to all of his/her students through the internet from his/her offices by using social media and teleconferences system. 
Digital Library System
´ Lecturers/students can search and download the teaching/learning materials from the digital library directly from his/her place as a member or guest visitor.
´ Establishing the network library digital system among the higher education institution for primary and secondary schools, tertiary institutions.
Online Academic Registration
´ Applicants can register and upload digital documents that are requested to apply the program at higher education institutions without leaving their home both at home and abroad.
Digital Academic Database
The Academic Database can be accessed and download by all beneficiaries from anywhere
Digital Payment System
´ Payment system for education fees online through banking and other digital payment systems.
Empowering ICT in Education 4.0
Embracing ICT to empower Education 4.0 to develop program based on the users (disability/age/gender), especially for primary and secondary schools, tertiary institutions
Developing Collaborative Program
´ Joint classes between universities that have established the network through memory of understanding (MoU).
´ Students can attend college in their place of residence, both in their own country and in a foreign country.
´ The lecturer can give lectures to all students through the network from his office throughout the world.
´ Collaborative classes for the double degree systems.
Standardized Evaluation System
Standardized education program evaluation system between education providers
Empowering Lectures
´ The quality improvement of lecturers is carried out jointly and gradually, so that lecturers can give lectures at universities that have understanding (MoU) in implementing education.
´ Focus Group Discussion (FGD) between lesturers and students by embracing ICT.
´ Information sharing between lecturers about the development of science, especially in the fields of pedagogical theory, learning process, and multimedia development in teaching.
But …. ??
´ All of them will save budget and time ..
But
´ Regular direct meetings/lectures IS NEEDED so that the sense of humanity and social contact is not lost, so that local wisdom is not eroded.

KREATIVTAS MAHASISWA: INDIKATOR KEMAJUAN SEBUAH UNVERSITAS

Inti dan indikator majunya sebuah Universitas adalah sangat tergantung pada kreativitas, inovasi dan kemandirian mahasiswanya. Maka apapun kegiatan yang dilakukan di sebuah Universitas harus memberi dukungan penuh pada aktivitas mahasiswa, baik yang bersifat akademik maupun non akademik. Karena mahasiswalah yang nantinya menjadi alumni akan memberikan kontribusi yang sangat luar biasa dalam pengembangan Universitas dan karir yang dimiliki oleh mahasiswa dan alumninya dalam masyarakat dan dunia kerja ke depan. Untuk itu, peran dan tupoksi yang diemban oleh para wakil rektor di lini tiga tersebut sangat urgen dalam mengawal aktivitas mahasiswa. Berbagai bidang yang ada di Universitas, baik bidang akademik, keuangan dan kerjasama, semuanya juga bermuara pada kreativitas dan inovasi mahasiswa dan alumninya. Dengan demikian, memberikan dukungan penuh kepada semua program-program mahasiswa, baik program yang bersifat akademik, olah fisik dan karya seni memerlukan kepada dukungan yang penuh kepada mereka dalam mengembangkan semua itu. Karena kalau mahasiswa tidak memiliki kreativitas, inovasi dan berbagai karya itu artinya tidak mendukung apa yang telah dituangkan dalam visi dan misi Universitas. Untuk kegitan dan aktvitas kemahasiswaan jangan sekali-kali menganggap itu adalah tidak penting. Kalau ada pendapat seperti ini, itu berarti tidak memehami hakikat sebuah Universitass. Dimana mahasiswa merupakan salah satu faktor yang sangat penting dan dominan di sebuah lembaga pendidikan termasuk lembaga pendidikan tinggi.
Kegiatan kemahasiswaan adalah kegiatan Universitas yang sesungguhnya, karena apapun yang dilakukan di kampus baik itu kurikuler mapun non kurikuler adalah sangat ditentukan oleh kreativitas mahasiswanya. Berkenaan dengan hal tersebut, maka perguruan tinggi di bawah kementerian Agama RI, atau yang sering disingkat PTKIN mengadakan Pekan Ilmiah, Olah Raga, Seni dan Riset (PIONIR) setiap dua tahun sekali secara nasional. Untuk tahun ini yang menjadi tuan rumah adalah Universitas Islam Negeri Malang, Jawa Timur. Kegiatan PIONIR tersebut bertujuan untuk melahirkan insan akademik (mahasiwa) yang mempuni. Semua agenda yang ada dalam PIONIR tersebut adalah untuk mencari bibit atau prestasi yang unggul dalam bidang olah raga, seni, riset dan kegiatan-kegiatan ilmiah dikalangan mahasiswa, juga untuk menjalin silaturrahim diakalangan mahasiswa PTKIN se-Indonesia. Kegiatan ini juga ingin menampilkan program-program yang dilakukan oleh setiap Universitas untuk dilihat kembali secara nasional dimana universitas-universitas yang tergabung dalam PTKIN adalah sangat mampu untuk di Upgrade pada jenjang yang lebih tinggi, baik pada ajang-ajang nasional maupun internasional. Disamping itu, kegiatan PIONIR tersebut juga untuk melatih dan mendidik mahasiswa-mahasiswa kita supaya dapat mandiri dan berinovasi serta berkreasi dalam menghadapi dunia global dan dalam rangka menghadapi era perkembangan teknologi 4.0.
Sebagaimana kita ketahui bersama, apa yang dilakukan oleh lembaga pendidikan kita beberapa dekade yang lalu adalah mustahil untuk kita terapkan pada era sekarang dan beberapa waktu ke depan. Ini sesuatu yang harus kita pikirkan bersama dalam rangka melihat dunia yang lebih luas, dimana dalam tataran beragama juga diperlukan pemikiran-pemikiran yang lebih terbuka, untuk itu peran kita untuk mengembangkan Moderasi Bergama sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk menyebarkan, mengajarkan dan memberikan perspektif-perspektif baru yang lebih open-minded kepada generasi-generasi kita ke depan, dalam hal ini adalah mahasiswa-mahasiswa kita dalam mengamalkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Demikian, disampaikan bapak kasi sarana dan prasarana Kementerian Agama RI  (Rohman  Basori) dan Rektor Universitas Islam Negeri Malang pada Rakor Para Wakil Rektor/Ketua Bidang Kemahasiswaan, alumni dan kerjasama PTKIN se-Indonesia di Malang, 23-25 Juni 2019. 

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY MENUJU WORLD CLASS UNIVERSITY: Perspektif Visi dan Misi

Universitas Islam  Negeri Ar-Raniry adalah sebagai salah satu Universitas Islam Tertua Di Indonesia, yaitu setelah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Universitas Islam Negeri Jakarta. Dalam perkembangannya memang berbeda jauh dari universitas kedua tersebut karena kendala-kendala dan rintangan-rintangan yang dihadapi, baik konflik yang berkepanjangan maupun musibah yang di alami di provinsi paling Barat Indoensia ini. Walaupun demikian, hasrat dan keinginan untuk mengembangkan diri sebagai salah satu Universitas terkemuka di daerah nya dan juga regional dan bahkan internasionla akan selalu ada dan menjadi impian semua lembaga pendidikan yang ada.
Mengingat kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang semakin hari hari semakin pesat, maka Universitas Ar-Raniry juga tidak boleh ketinggalan dari kancah perubahan tersebut. Maka disini pertama sekali dilihat, kalau ingin bersaing dengan kampus-kampus lain, adalah aspek visi dan misi sebuah lembaga pendidikan. Untuk mewujudkan kea rah pengembangan menjadi universitas kelas dunia, maka visi dan misinya pun harus sesuai dengan arah tersebut.
Untuk sementara visi yang diinginkan untuk saat ini adalah sebagai berikut:
Visi: Mewujudkan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry berkelas dunia dalam pengintegrasian dan Internalisasi keislaman, keilmuan, dan nilai-nilai kebangsaan
        Berkelas dunia di sini maksudnya adalah arah pengembangan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry ke depan adalah dapat berkompetisi secara global, artinya UIN Ar-Raniry tidak hanya berpikir dan mengembangkan keislaman, keilmuan dan Nilai-nilai kebangsaan/keindonesiaan bukan hanya untuk konsumsi masyarakat Indonesia semata, tetapi menjadi referensi dan panutan universitas-universitas dunia dalam rangka pengembangan, pelaksanaan dan penemuan-penemuan yang bertaraf nasional dan internasional.
1. Kualitas riset 60% (merancang riset yang dapat menghasilkan invensi dan inovasi kualitas dunia). 2.  Kesiapan kerja 10%. 3. Pandangan internasional 10% (bagaimana agar tulisan peneliti atau dosen dapat dipublikasikan oleh jurnal akademik internasional dan dapat menjadi referensi oleh peneliti dan dosen perguruan tinggi lain). 4. Kualitas pengajaran 20% (bagaimana staf atau alumni suatu perguruan tinggi dapat meraih penghargaan bertaraf internasional)
        Integrasi  di sini maksudnya adalah paradigm yang dipakai oleh UIN Ar-Raniry dalam rangka pengembangan dan penemuan model-model baru atau alternatif-alternatif baru dalam melihat world view dengan menggunakan paradigma keislaman dan penemuan keilmuan seperti sain dan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan mengacu kepada spirit keislaman dan kebangsaan, karena itu perlu disandingkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan menjadi paradigm baru dalam penerapan sain dan teknologi ke depan yang terikat kepada keislaman dan kebangsaan. Integrasi nilai-nilai keislaman dan nilai-nilai kebangsaan mutlak diperlukan dalam rangka pengembangan dan penerapan Islam secara kaffah dan lebih bermanfaat bagi umat sebagai agama yang rahmatan lil alamin
  Internalisasi di sini adalah sebagai pendekatan dan metolodogi yang digunakan dalam perencanaan, pelaksanaan dan penilaian proses pembelajaran dan kegiatan-kegiatan akademik lainnya. Dengan internalisasi diharapkan proses pembelajaran, pewarisan ilmu pengetahuan dan transfer of values yang dilaksanakan dalam pembelajaran, pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, baik di lingkugan universitas maupun di luar universitas. Internalisasi sebagai pendekatan dan metodologi tersebut dapat memberikan pencerahan-pencerahan dengan tidak melihat subyek didik dan masyarakat secara umum dengan pandangan yang sempit, tetapi lebih terbuka dan demokratis, tidak memasung kreativitas mahasiswa dan juga masyarakat lainnya. Pendekatan ini digunakan mengingat selama ini proses pembelajaran yang terjadi adalah bersifat indoktrinasi dan mengekang kreativitas mahasiswa. Sehingga sangat menutup kemungkinan untuk menemukan temuan-temuan baru atau alternatif-alternatif baru dalam pencapaian tujuan yang diinginkan sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan bersama
Sedangkan MISI yang harus diimplementasikan untuk mencapai visi tersebut adalah sebagai berikut:
1.    Integrasi keislaman, keilmuan dan nilai-nilai kebangsaan dalam pendidikan dan pembelajaran yang berbasis pada research.
2.   Internalisasi keislaman, keilmuan dan nilai-nilai kebangsaan dalam penelitian dan pengabdian bagi kepentingan akademik dan pengembangan masyarakat
3.  Meningkatkan peran serta universitas, ulama dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa berdasarkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan
4.     Membangun kerja sama dengan berbagai pihak, baik lokal, nasional dan internasional, dalam rangka pengembangan dan publikasi pendidikan, pengajaran, penelitian, aktualisasi life skill (hard skill dan soft skill) dan pengabdian pada masyarakat
Inilah beberapa hal yang bersifat filosofis dan metodologis dari perspektif Visi dan Misi yang harus diterapkan dalam tri Darma Perguruan apabila ingin bersaing pada tingkat dunia. Perspektif ini adalah masih sangat minimal kalau dilihat dari apa yang telah dilakukan oleh universitas-universitas di Negara maju.

PROFESSORIAL LECTURING: LECTURER IS THE KEY AND EDUCATION IS THE HEART OF CIVILIZATION

Kegiatan ini dilakukan pada saat menindaklanjuti MoU antara Universitas Islam negeri Dengan Univeristas Teknologi Mara cawangan Malakan pada tanggal 29-30 Oktober 2018. Tindaklanjut ini di isi dengan kuliah umum dan mengahdiri acara wisuda akademik UiTM Malaka, Malaysia. Dalam Kuliah Umum (Professor Talk) oleh: Prof. Dr. H. Warul Walidin AK, MA (Rektor UIN Ar-Raniry) yang didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Islam Negeri Ar-raniry Banda Aceh, bagi Dosen dan Mahasiswa Semester Akhir UiTM Melaka, Malaysia, dengan judul “PROFESSORIAL LECTURING: LECTURER IS THE KEY AND EDUCATION IS THE HEART OF CIVILIZATION”.
Konten dari kuliah umum tersebut, diantaranya adalah tentang:
1.     Hakikat Pendidik
Disini rector menjelaskan bahwa Pendidik itu adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan”.  Undang-undang ini menegaskan bahwa guru adalah pendidik
2.     Hakikat Kompetensi
Kompetensi pendidik adalah kecakapan atau kemampuan yang dimiliki pendidik, yang diindikasikan dalam empat pilar kompetensi, yaitu kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan memahami subjek didiknya secara baik serta kemampuan mengelola pembelajaran (pedagogik), kemampuan yang berhubungan dengan tugas profesionalnya, yaitu kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam (profesional),
kemampuann yang berhubungan dengan keadaan pribadinya yang mantap, berakhlak, arif dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik (personal), serta kemampuan yang berhubungan dengan masyarakat atau lingkungannya, yaitu kemampuan berkomunikasi, berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar (sosial).
3.     Karakter dan Etos Kerja
Disini rector menjelaskan tentang beberapa negera yang mempunyai etos kerja dan karakter yang sangat luar biasa. Seperti Jepang, Amerika dan lain-lain. Kemajuan yang dicapai oleh Negara-negara tersbut terjadi karena mereka memegang teguh pada karakter bangsanya demikian juga etos kerja yang mereka bangun.
Disamping kegiatan kuliah umum, Rektor dan Wakil Rektor III, juga menghadiri dan menyertakan pada  perayakan/wisuda Akademik, Istiadat wisuda UiTM Melaka, Malaysia. Demikian juga menghadiri dan mengunjungi UiTM Melaka Campus Tour, PTAR, Masjid Al-Hikmah, ACIS, CIPSF, Bangunan Akademik KPPI, KPP2, KPP3, Kolej-Kolej Pelajar dan Unit Sukan.

DEKLARASI PERPINDAHAN IBU KOTA NEGERA: Perspektif Akademisi


Berbicara tentang perpindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Luar pulau Jawa menjadi topic utama yang dibicarakan pada pertemun BKS-PTN Barat di Palangkarya tanggal 10-12 Januari 2019.
Deklarasi ini diikuti oleh beberapa akademisi yang tergabung dalam perkumpulan Forum pertemuan perguruan tinggi negeri yang bertempat  di Universitas Palangkaraya sebagai tuan rumah pertemuan. Acara ini dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Palangkaraya.
Disamping topic khusus tersebut, yaitu tentang perpindahan Ibu Kota Negara ke Palangkaraya, juga di bicarakan hal-hal yang berkenaan dengan agenda pertemuan Forum tersebut. Agenda-agenda tersebut diantaranya adalah sebagai berikut.
Pertama sekalai adalah Ramah dengan Pemda Kalimantan yang diwakili oleh Setda Provinsi Palangkaraya. Di samping itu juga dihadiri oleh utusan Staf Khusus Menteri PPN dan Kementerian Ristek Dikti RI. Kemudian pada tanggal ini merupakan acara puncat pertemuan BKS-PTN Barat, yang dimulai dengan laopran kegiatan berbagai Forum yang telah dilakukan pada tahun 2018 yang lalu, dan juga mempresentasikan berbagai kegaiatan yang akan dilakukan pada tahun 2019. Selanjutnya adalah agenda pembentukan Forum Wakil Rektor bidang Kerja Sama. Dalam musyawarah dan meeting selama satu jam lebih di ruang Wakil Rektor Kerjasama Universitas Palangkaraya menghasilkan beberapa hal.
Hasil dari pertemuan tersebut diantara adalah:
1. Forum meilih ketua dan sekretaris forum. Dari hasil tersebut, maka sebagai:
Ketua : Dr. Hizir Sofyan, Wakil Rektor Kerjasama Universitas Syiah Kuala, Aceh.
Sekretaris : Prof. Dr. Sulmin Gumiri, Wakil Rektor Bidang Kerjasama Universitas Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
2. Program-program yang akan dilakukan pada tahun 2019 ini. Program-program tersebut diantaranya adalah:
a. Pertemuan forum BKS PTN Barat di Batam pada bulan Februari 2019. Penyusunan Pedoman MoU dan MoA Kerjasama BKS PTN Barat
b.   Menginventarisir keunggulan masing – masing PTN MoU di BKS Barat
c.    Melaksanakan Monev terhadap tindak lanjut Mou dan    MoA pada masing-masing BKS PTN Barat.
Terakhir sekali dari pertemuan tersebut, sebagaimana di sebut di atas, adalah adanhya dukungan  dan deklarasi Bersama tentang dukungan Forum BKS-PTN Barat terhadap Kalimantan Tengah Sebagai Kandidat Perpindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta.

FAMILY STUDIES: Tindak Lanjut MoU antara Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Dengan University of Newcastle Australia.

Dalam menindak lanjuti kerjasama antara Kementerian Agama RI, yang salah satu lembaga di dalamnya adalah Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, disamping beberapa UIN dan IAIN lainnya yang ada dibawah kelembagaan Kementerian Agama RI dengan University of Newcastle, Australia di bidang Family Studies, yang bernaung dibawah Network of Indonesian Autralian Family Studies. Acara ini dihadiri oleh Direktur Diktis kementerian Agama RI dan Prof. Alan Hayes dari University of Newcastle, Australia.
Ada beberapa agenda yang dibicarakan pada event tersebut, diantaranya adalah: Melakukan temu ramah dengan pihak UIN Yogyakarta (Rektor dan pimpinan) dan Prof. Alan Hayes (University of Newcastle, Australia). Kemudian membahas Draft Proposal Kerjasama dibidang Family Studies dengan Prof. Alan Hayes dengan beberapa Universitas di bawah Direktorat Pendidikan Islam kementerian Agama RI, yaitu: UIN Sumatera Utara, UIN Palembang, UIN Semarang, UIN Lombok, UIN Aceh, UIN Semarang, UIN Makasar, UIN Surabaya, UIN Malang dan Direktur Pendidikab Islam Kemenag RI. Dari kemenag di wakili oleh Dr. Suwendi, M. Ag dan di Fasilitasi oleh UIN Yogyakarta yang dipimpin langsung oleh Rektor UIN Yogyakarta. 
Di samping itu juga menandatangai MoU antara University of Newcastle dengan UIN-UIN yang telah disebutkan di atas. Bagi UIN Ar-Raniry, disamping  penandatangan dengan Uiversity of Newcastle, juga menandatangani kerjasama dengan UIN Yogyakarta juga. Acara ini terjadi pada tanggal 28 Januari 2019.

CAREER DEVELOPMENT CENTER DAN KEBUTUHAN AKAN AKREDITASI INSTITUSI

Career Development Center adalah pusat sistem pendidikan dan pelatihan yang diperuntukkan bagi alumni suatu perguruan tinggi.
Alumni menjadi sebuha komponen yang sangat penting dalam rangka meningkatkan akreditasi sebuah Institusi Kampus, maka berbagai aplikasi yang melibatkan alumni sudah harus menjadi pusat perhatian dari setiap lembaga yang ingin kampusnya menjadi kampus yang mempunyai nilai jual yang sangat tinggi. Untuk mencapai hal tersebut, maka ada beberapa (https://sevima.com/7-alasan-mengapa-kampus-anda-butuh-pusat-karir/)  alasan kenapa Career Development Center itu sangat penting, yaitu:
1.   Kebutuhan alumni
Disini alumni mendapat berbagai informasi tentang lowongan kerja, rekrutment tenaga kerja dan di sini alumni juga dapat memantau berbagai kegiatan tentang informasi pekerjaan yang ada berbagai tempat.
2.   Tracer Study untuk Akreditasi Kampus
Disini merupakan salah aspek yang sangat penting untuk meningkatkan akreditasi yang merupakan keberhasilan lulusan di dalam dunia kerja. Karena akreditasi itu sendiri merupakan upaya pemerintah untuk menjamin mutu alumni dari sebuah perguruan tinggi. Dengan demikian, maka disinilah kampus sangat perlu kepada karir center tersebut untuk memantau keberhasilan lulusan di dunia kerja.
3.   Mengetahui Outcome Pendidikan yang Dihasilkan oleh Perguruan Tinggi
Pada aspek ini perguruan tinggi pasti akan menghasilkan hasil/outcome. Untuk itu, bagaimana perguruan mengetahui outcome sehingga dapat bermanfaat dalam perubahan kondisi social, budaya, ekonomi masyarakat. Maka kampus sangat perlu kepada pusat karir untuk menampung semua aspirasi alumni dalam pengembangan pembangunan sesuai dengan program studi yang digeluti semasa kuliah.
4.   Mengetahui Kontribusi Perguruan Tinggi terhadap Kompetensi yang ada di Dunia Kerja
Aspek ini merupakan misi dari sebuha perguruan tinggi untuk menjadikan mahasiswanya berkompeten pada program studi yang mereka pilih. Sedangkan untuk mengetahu seberapa berhasil alumninya, maka kampus perlu menyediakan system untuk mengukur kontribusi alumni terhadap kampus. Disamping itu alumni juga dipermudah untuk memberikan informasi tentang karir dan data domisili para alumni serta dapat juga menginfokan kontribuasinya dalam dunia kerja. Dan ini juga dapat dijadikan alat evaluasi perguruan tinggi dalam memperbaiki kurikulum program studi.
5.   Untuk Monitoring Lulusan Perguruan Tinggi Ketika Memasuki Dunia Kerja
Disini perguruan tinggi menjadi tempat berkumpulnya mahasiswa diseluruh Indonesia dalam jumlah yang sangat luar biasa. Pada setiap semester atau tahun setiap meluluskan alumninya minimal 2 periode wisuda. Lulusan akan menyebar keseluruh instansi dan dunia kerja. Maka diperlukan strategi untuk merancang dan mempromosikan dari segi geografis atau pun instansi. Untuk merancang berbagai strategi tersebut dari lulusan diperlukan kepada situs alumni yang memberikan kemudahan kepada laumni untuk meng update kondisi terbaru. Ini akan memudahkan pihak kehumasan kampus dalam menjaring mahasiswa baru pada daerah yang geografis lulusan atau jaringan kerja pada instansi lulusan.
6.   Membangun Silaturahmi dengan Alumni
Pada aspek ini perlu dibangun silaturahmi antara alumni dan almamater karena ikatan itu akan mengahasilkan kemanfaatan, baik bagi alumni maupun perguruan tinggi. Menyadari pentingnya hal ini, hampir di setiap perguruan tinggi membuat organisasi kealumnian masing-masing. Kekerabatan dan jaringan relasi dengan alumni akan semakin erat karena dengan memanfaatkan teknologi internet maka dimungkinkan interaksi tanpa batasan tempat dan waktu. Melalui aplikasi tracer study kampus dapat mewujudkan hal tersebut.
7.   Sebagai Evaluasi Perguruan Tinggi
Evalauasi adalah keharusan bagi perguruan tinggi yang ingin meningkatkan mutu. Karena  dengan evaluasi dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan terkait tingkat keberhasilan yang telah dicapai dan tindakan selanjutnya yang diperlukan. Alumni yang telah tergabung dengan situs alumni dianjurkan untuk selalu mengirimkan info terkini lulusan. Selain pada peningkatan skill yang dibutuhkan industri dengan menambah mata kuliah tertentu, evaluasi juga bisa dijadikan bahan pengkajian permasalahan manajemen seperti alur pendaftaran mahasiswa baru yang lebih mudah sesuai kondisi geografis atau hal lain dari kolom sumbang saran alumni.
Disamping itu, juga dibicarakan tentang beberapa agenda, yaitu: Evaluasi Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK)  tahun 2018 . Dalam kesempatan tersebut dibicarkan bahwa PBAK tahun 2018 dianggap berhasil dengan baik tanpa ada kecurangan sedikit pun, dan beliau mengharapkan bahwa kedepan, PBAK lebih baik lagi. Demikian juga, topic pembicaraan terfokus pada pelaksanaan PIONIR di Malang.
Ada beberapa hal yang dikembangkan dalam Career Development Center, yaitu Pengembangan Karir, Interpreneurship dan Tracer Study. Dengan ketiga focus pengembangan tersebut diharapkan Career Development Center dapat mewujudkan beberapa program yang akan membantu alumni dalam meeujudkan Akreditasi Kampus yang lebih baik lagi kedepan.

METODOLOGI PENELITIAN INTERDISIPINER DITINJAU DARI BEBERAPA PENDEKATAN PENELITIAN

Tulisan ini disampaikan pada Workshop Metododologi Penelitian Interdisipliner Tanggal 23 November 2018 yang bertempat pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Cot Kala Langsa. Workshop ini di hadiri Oleh Para Dosen Muda di Lingkungan IAIN Tersebut. Sebagaimana biasanya kegiatan di buka langsung oleh ketua LP2M dan juga diikuti oleh pengantar oleh Kepala Pusat Penelitian lembaga tersebut. Ada beberapa hal berkenaan dengan Metodologi Penelitian yang penulis sampaikan, diantaranya adala sebagai berikut:
Mono-Disiplin
  Suatu disiplin ilmu tertentu menggunakan metode tertentu disamping ilmu-ilmu lainnya, baik teoritis maupun praktis
  Monodisipliner suatu bidang ilmu tersendiri dengan objek material dan obyek formal tertentu, dan dengan metode tersendiri.
  Pendekatan monodisiplin atau pendekatan struktur adalah suatu pendekatan yang bahan pelajarannya bertitik tolak murni berdasarkan disiplin ilmu yang bersangkutan tanpa mempertautkan dengan cabang ilmu lainnya.
Antar-Disiplin
  Penggabungan dua atau lebih disiplin akademik ke dalam satu aktivitas, misalnya suatu penelitian. Pendekatan antardisiplin muncul saat suatu permasalahan memerlukan metode atau pengetahuan dari beberapa bidang ilmu dan tidak dapat diselesaikan hanya dari satu bidang saja.
  Menempatkan suatu ilmu (ex. Ilmu agama)  menjadi obyek ilmu pengetahuan, sementara masing-masing ilmu bekerja berdasarkan metode dan karakter epistemologinya masing-masing.
  Ex.  Agama dan keagamaan dikaji dari obyek formal sosiologi, psikologi, sejarah dll
Inter-Disiplin
  Interdisipliner adalah pendekatan dalam pemecahan suatu masalah dengan menggunakan tinjauan berbagai sudut pandang ilmu serumpun yang relevan atau tepat guna secara terpadu.
  Kerja sama antar suatu ilmu dengan ilmu yang lain sehingga merupakan suatu kesatuan dengan metode tersendiri. Maka diharapkan mampu mengkaji berbagai aspek yang ada dan menyajikan natural setting dari kajian obyek.
  Interaksi intensif antar satu atau lebih disiplin, baik yang langsung berhubungan  maupun yang tidak melalui program-program pengajaran dan penelitian dengan tujuan melakukan integrasi konsep, metode dan analisis.
  pendekatan dalam pemecahan suatu masalah dengan menggunakan tinjauan berbagai sudut pandang ilmu serumpun yang relevan atau tepat guna secara terpadu.
Multi-Disiplin
  Multi disiplin adalah pendekatan yang bersifat integrative (terpadu) merupakan pendekatan suatu konsep dari suatu cabang ilmu atau tema yang bahannya di organisasi dari berbagai cabang ilmu sosial secara terpadu.
  Kerjasama antar ilmu pengetahuan yang  masing-masing tetap berdiri sendiri dan dengan metode sendiri-sendiri.
  Interkoneksi antar suatu ilmu dengan ilmu lain namun masing-masing bekerja berdasarkan disiplin atau metode masing-masing.
  Pendekatan dalam pemecahan suatu istilah dengan menggunakan berbagai sudut pandang banyak ilmu yang relevan.
  Penggabungan beberapa disiplin untuk bersama mengatasi masalah tertentu.
Transdisiplin
  Transdisipliner (transdisciplinarity) adalah upaya mengembangkan sebuah teori atau aksioma baru dengan membangun kaitan dan keterhubungan antarberbagai disiplin.
  Transdisiplin merupakan penyelesaian persoalan melalui integrasi beberapa disiplin yang dapat menciptakan pemahaman baru (sintesis).
  Upaya mengembangkan sebuah teori atau aksioma baru dengan membangun kaitan dan keterhubungan antar berbagai disiplin.
Masalah
  Selisih nilai, konflik sosial
  Tidak sesuai antara teori dan praktik
  Sesuatu yag belum diketahui oleh masyarakat  luas terhadap suatu masalah yang penting, perilaku politik elit muslim
  Kesenjangan anta cita dan fakta
  Sesuatu yang unik, “Islam waktu Telu”
  Sesuatu yang luar biasa, biografi tokoh
Latar Belakang Masalah
  Latar belakang masalah menjawab mengapa topik ini penting di teliti:
  fakta: intensitas dan cakupan
  melakukan konstektualisasi penelitian seperti berdasarkan penelitian yang lain
  literature/teori/konstektualisasi teori
Rumusan Masalah
  Pertanyaan penelitian
  Penyederhanaan Masalah
Kerangka Teori
  Pisau Analisis
  frameworks
  Obyek material
  Obyek formal
  Obyek penelitian/variabel
  Kemampuan peneliti dalam mengaplikasikan pola berpikirnya dalam menyusun secara sistematis teori-teori yang mendukung permasalahan penelitian.
  Teori berguna menjadi titik tolak atau landasan berpikir dalam memecahkan atau menyoroti masalah.
Metode
  1. CARA ILMIAH UNTUK MENDAPATKAN DATA DENGAN TUJUAN DAN KEGUNAAN TERENTU
  2. Kuantitatif
  3. Kualitatif
  4. mixed
Data
  1. Data kuantitatif
  2. Data kualitatif
  3. Data yang menentukan metode
Analisis Data
1.   Reduksi Data (peringkasan), 
2.   Display data/presentasi data
3.   Verifikasi data/proses penyimpulan
Ad. 1,
  menemukan tema-tema/tematis
  katagori, seperti histories, dimensional
  koding (kode)
  summary/ringkasan
  cerita
Ad. 2; synopsis, kutipan cerita, table, matrik, sketsa, gambar, foto,grafik
Ad. 3; perbandingan, kecendrungan/trend, kontras/diadu, memperhatikan data/informasi-informasi yang bertolak belakang
Kesimpulan
Jawaban dari rumusan masalah/pertanyaan penelitian
Rekomendasi/Saran
Rekomendasi harus sesuai dengan kesimpulan